Benda budaya · India · Bangladesh

Panta bhat

Panta bhat atau poita bhat terdiri dari nasi yang dimasak lalu direndam dan difermentasi dalam air. Bagian cairnya dikenal sebagai Torani dalam bahasa Odia.

Profil budaya · adaptasi sumberWilayah terkait menurut Wikidata: India, Bangladesh·Sumber per 2026-10-15

Dasar ringkasan: Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi 28565613. Keterangan mengikuti cakupan dokumentasi sumber.

Benda budaya · Jelajahi bidang ini · Rujukan, lisensi, dan batas pemeriksaan · Tautan ringkasan

Nama dan identitas

Panta bhat · Nama lain belum tercatat dalam profil ini.

Adaptasi sumber terbuka. Uraian diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia dengan atribusi. Identitas, lisensi, dan kelengkapan diperiksa secara otomatis. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat.

Identitas dan konteks budaya#

Panta bhat atau poita bhat terdiri dari nasi yang dimasak lalu direndam dan difermentasi dalam air. Bagian cairnya dikenal sebagai Torani dalam bahasa Odia. Hidangan ini dibuat dengan merendam nasi, biasanya sisa nasi, dalam air semalaman. Orang biasanya menyajikannya pada pagi hari dengan garam, bawang, cabai dan Aloo Makha atau Alu Pitika. Hidangan ini dikonsumsi di Benggala Barat, Odisha dengan nama Pakhala, Jharkhand, Chhattisgarh, Assam, Tripura dan Bangladesh. Panta bhat dengan ikan ilish menjadi hidangan nasional Bangladesh. Hidangan ini populer saat Pahela Baishakh atau tahun baru Benggala. Catatan abad ke-17 sudah menyebut hidangan ini. Pakhala dari Odisha tercatat sejak abad ke-10 Masehi dan dikenal sebagai asal mula hidangan ini. Panta bhat memiliki lebih banyak mikronutrien dibanding nasi baru dimasak dan secara tradisional dianggap bermanfaat dalam berbagai kondisi.

Rujukan bagian ini · revisi 28565613

Sejarah#

Antropolog Tapan Kumar Sanyal menyatakan bahwa kelompok proto-Australoid di sebagian Asia Selatan makan panta bhat karena mereka memasak sekali sehari pada malam hari. Fray Sebastien Manrique mencatat dari kunjungannya ke Benggala pada abad ke-17 bahwa orang dari semua komunitas puas dengan makanan harian berupa nasi, sering berupa panta bhat, garam dan sayuran hijau. Kelompok masyarakat yang lebih mampu mengonsumsi ghee, mentega, susu, berbagai olahan susu dan manisan.

Peneliti padi Mahabub Hossain dari International Rice Research Institute menjelaskan bahwa pada masa lalu pekerja tani memilih beras berbutir besar dan berwarna coklat karena cocok untuk nasi berair dan memberi nutrisi lebih. Ketika banyak orang pindah ke kota, kebutuhan tenaga tani menurun. Permintaan terhadap beras coklat dan nasi berair ikut turun. Dalam situasi dominasi beras poles, varietas seperti Lal Swarna dan White Swarna tetap populer karena cocok untuk panta bhat.

Rujukan bagian ini · revisi 28565613

Sumber dan cakupan

Panta bhat

Kontributor Wikipedia bahasa Indonesia · revisi artikel 2025 · diakses 2026-10-15.

Artikel tentang entitas budaya dalam konteks dokumentasinya; tidak mewakili semua variasi, pelaku, atau semua masa. Bagian uraian dipilih, penanda format dibersihkan.

Kontributor Wikipedia · CC BY-SA 4.0 · Riwayat dan kredit penulis · pemilihan bagian, penyuntingan bahasa, dan pembersihan penanda format merupakan perubahan dari sumber.

Q3350783 — identitas dan asosiasi Wikidata · Kontributor Wikidata · CC0 · revisi 2520004484. Klasifikasi P31 dan asosiasi negara P17; bukan batas budaya, kepemilikan, atau keyakinan semua pelaku. Penjelas tambahan dan rujukan dapat diperiksa pada sumber.

Informasi rilis dan ekspor metadata · Ketentuan penggunaan ulang

Pemeriksaan otomatis identitas, lisensi, sumber revisi, dan kelengkapan; bukan tinjauan ahli. Belum ada tinjauan komunitas atau ahli yang tercatat untuk profil ini. Uraian ini belum mencakup seluruh variasi yang mungkin ada.

Baca metode penyusunan